program
latihan mengangkat beban direncanakan sesuai dengan jenis kontraksi otot
(isotonik, isometrik dan, isokinetik)
Isotonik
Kontraksi isotonik menurut kent
(1994) adalah kontraksi otot yang mana tegangan otot tetap, tetapi panjang otot
berubahuntuk mengatasi tahanan yang tetap.
Isometrik
Kontraksi isometrik oleh Kent
(1994) disebut juga kontraksi statis, secara konvensional digunakan untuk
menjelaskan kontraksi suatu otot dimana tegangan otot bertambah tetapi otot
tidak berubah panjang.
Isokinetik
Kontraksi isokinetik
didifinisikan oleh Bompa (1994) adalah kontraksi yang mana tegangan otot
dikembangkan kemudian memendek dengan kecepatan gerakan maksimal yang tetap
dengan ruang gerak sendi yang luas.
- Latihan interval (interval training)
Kent (1994) menjelaskan bahwa
latihan interval adalah suatu system latihan yang berganti-ganti antara
melakukan dengan giat (interval kerja) dengan periode kegiatan dengan
intensitas rendah (periode sela) dalam suatu tahap latihan
Fox, Bowers dan Foss (1994)
menjelaskan beberapa keuntungan system latihan interval sebagai berikut:
- Teliti dalam mengaontrol ketegangan
- Sebagai pendekatan sistematis hari demi hari, memungkinkan mudah dalam mengamati kemajuan
- Lebih cepat memperbaiki energy potensial daripada metode latihan kondisi yang lain
- Program latihan ini dapat dilaksanakan dimanapun dan tidak memerlukan peralatan khusus
Lima prinsip yang dilakukan
untuk latihan interval dijelaskan oleh Fox, Bowers dan, Foss (1994) sebagai
berikut:
- Ukuran dan jarak interval
- Jumlah ulangan setiap latihan
- Interval sela atau waktu diantra interval kerja
- Jenis kegiatan selama interval sela
- Frekuensi latihan per minggu
- Latihan fisik dengan system aerobik
Cooper (1982) menjelaskan bahwa
latihan aerobik menunjuka pada kegiatan yang panjang dan kebutuhan tersebut ada
pada tubuh yang memerukan pengembangan kapasitas mengambil oksigen.
Rushall dan Pyke (1990)
menjelaskan bahwa bentuk latihan yang terus menerus lebih dari 30 menit
biasanya menghasilkan adaptasi aerobic pada beban kerja di bawah ambang
anaerobik.
Latihan aerobik merupakan system
latihan, dimana energi yang digunakan berasal proses glikosis aerobik, siklus
kreb dan system transprtasi electron. Proses tersebut memerlukan oksigen dimana
okigen tersebut diperlukan untuk memecah glukusa menjadi CO2, air dan, energi.
- Latihan fisik dengan system anaerobik
Getchell (1979) menjelaskan
bahwa pada suatu waktu kerja dengan intensitas dan kecepatan tinggi dalam waktu
yang pendek memerlukan energi segera yang tidak dapat diperoleh secara cepat
dari sumber aerobik.
Cooper (1982) menjelaskan bahwa
anaerobik berarti tanpa olsigen, dan jenis latihan yang perlu adalah kegiatan
dilaksanakan tanpa menggunakan oksigen dari pernafasan. Latihan anaerobik
merupakan system latihan, dimana energy yang digunakan berasal dari ATP-PC
maupun asam laktat atau proses glikosis aerobic, yaitu pemecahan glikogen tanpa
menggunakan oksien.
Menurut Bouchard, Brunell, dan
Gadbaut (1975) bahwa konsep tentang kapasitas anaerobik tergantung pada
kapasita seseorang untuk menanggung hutang oksigen yang lebih besar selama
keadaan melakukan kerja dalam kondisi aerobik. Seseorang yang mempunyai
kapasitas anaerobik yang lebih besar maka lebih besar hutan oksigen yang dapat
ditanggung.